Sabtu, 10 Mei 2014

CATATAN KAKI

CATATAN KAKI

PENGERTIAN CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atau teks yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yangbersangkutan. (Keraf, 2004: 218).

PENGGUNAAN CATATAN KAKI
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.

TUJUAN CATATAN KAKI
-          Pembuktian : menunjukkan tempat atau sumber bahwa yang disebutkan pada tulisan telah dibktkan orang lain.
-          Member apresiasi : penghargaan, rasa terima kasih pada orang yang telah dikutipnya.
-          Menyampaikan keterangan tambahan : memperkuat uraian diluar persoalan dalam teks, biasanya berupa : inti cerita, informasi tambahan, pandangan lain, komentar, penjelasan tidak penting dan sebagainya.
-          Merujuk bagian lain dalam tulisan : referensi melihat bagian lain dalam tulisannya, biasanya dengan singkatan-singkatan tertentu.

UNSUR-UNSUR CATATAN KAKI
Berikut ini merupakan unsur-unsur dalam catatan kaki sumber referensi :
-          Nama pengarang (editor, penterjemah) ditulis dalam urutan baisa, diikuti koma (,).
-          Judul buku, ditulis dengan huruf capital (kecuali kata-kata tugas), digaris bawahi
-          Data publikasi : a. jumlah jilid, jika ada
                        b. kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
                        c. nama penerbit, diikuti koma di antara
-          Nomor halaman diikuti titik (.)
-          Nama atau nomor seri jika ada
-          Nomor jilid jika perlu
Contoh :
¹Lightstone Caroll, Configuration on the Art, New York: Harper Lid., 2000, Jilid I, hlm 32.

PRINSIP CATATAN KAKI
1.      Penggunaan nomor urut penujukkan yang sama, baik dalam teks maupun dalam catatan kaki, dituliskan  ½  spasi ke atas.
2.      Nomor urut penunjukkan berlaku untuk seluruh tulisan, tidak per halaman.
3.      Ikuti aturan teknis pembuatan catatan kaki yang berlaku.

TEKNIK PEMBUATAN CATATAN KAKI
-          Harus disediakan ruang secukupnya dibagian bawah halaman tulisan.
-          Beri garis dibagian bawah baris terakhir dari teks di tiap halaman.
-          Beri nomor penunjukkan dibawah garis dengan jarak cukup dan menjorok ke dalam 5-7 ketukan.
-          Catatan kaki baris pertama dituliskan setelah nomor penunjukkan.
-          Jika lebih dar satu baris, dituliskan dari tepi margin, tanpa ikuti penjorokkan baris pertama.
-          Jarak spasi dalam catatan kaki 1 spasi, antarcatatan kaki 2 spasi, jika ada dalam halaman yang sama.

CARA PENULISAN CATATAN KAKI
1.      Referensi dari buku dengan seorang pengarang
Susunan :
a.      Nama pengarang ditulis dengan lengkap dan tidak dibalik
b.      Antara nama pengarang dan judul buku diberi tanda koma (pada daftar pustaka dipergunakan tanda titik). Antara judul dan buku dan data publikasi tidak ada titik atau koma
c.       Tempat dan tahun terbit, ditempatkan dalam kurung. Penerbit tidak perlu diikutsertakan
d.      Jika pengarang terdiri dari 2-3 orang, maka semua nama pengarang ditulis, tapi jika lebih dari 3 orang maka hanya pengarang pertama yg disebut dan diikuti dengan dkk
e.      Pada buku terjemahan nama pengarang asli ditempatkan lebih dahulu, diberi keterangan tentang penerjemah (terjemahan). Sesudah judul buku, dipisahkan oleh tanda koma.

2.      Referensi dari artikel
Susunan :
a.      Nama pengarang ditulis lengkap dan tidak dibalik
b.      Antara nama pengarang dan judul bku diberi tnda koma (pada daftar pustaka dipergunakan tanda titik). Antara judul buku dan data publikasi tidak ada titik atau koma
c.       Tempat dan tahun penerbit ditempatkan dalam tanda kurung. Penerbit tidak perlu diikutsertakan
d.      Jika pengarang terdiri dari 2-3 orang, maka semua nama pengarang ditulis, tapi jika lebih dari 3 orang maka hanya pengarang pertama yg disebut dan diikuti dengan dkk

3.      Referensi dari artikel majalah
Susunan :
a.      Nama penulis
b.      Judul artikel
c.       Nama majalah
d.      Nomor edisi : nomor halaman
e.      Bulan
f.        tahun
4.      Referensi dari artikel harian
Susunan :
a.      Jika nama pengarang jelas, maka catatan kaki harus dimulai dengan nama pengarang
b.      Jika bersumber dari rubric, maka ditulis jenis rubric


SINGKATAN DALAM CATATAN KAKI
1.      Ibid
-          Berasal dari kata latin ibidem yang berarti tempat yang sama
-          Dipergunakan jka catatan kaki berikutnya merujuk pada karya atau artikel yang telah disebut dalam catatan nomor sebelumnya
-          Jika halamannya sama dipergunakan singkatan ibid
-          Jika halamannya beda maka setelah singkatan ibid, dicantumkan pula nomor halamannya
-          Singkatan ibid selalu dicetak miring

2.      Op. cit
-          Berasal dari kata latin opera citatoyang berarti pada karya yang telah dikutip
-          Dipergunakan jika catatan itu menujuk kembali pada sumber yang telah disebut lebih dahulu, tapi diselingi oleh sumber lain
-          Setelah nama pengarang, dicantumkan op.cit
-          Apabila ada penunjukkan pada halaman atau jilid halaman, nomor dan jilid serta halaman ditempatkan setelah op.cit

3.      Loc. Cit
-          Berasal dari kata latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip
-          Biasanya digunakan untuk menyebut atau menunjuk pada sebuah artikel majalah, harian atau ensiklopedia yang telah disebut sebelumnya, tapi diselingi oleh sumber lainnya
-          Karena artikel itu merupakan sebagian dari buku, majalah atau ensiklopedia maka ia tidak merupakan sebuah karya atau opus
-          Oleh Karen itu hanya boleh dipergunakan kata locus yang berarti tempat







REFERENSI :


Rabu, 07 Mei 2014

KUTIPAN

KUTIPAN

PENGERTIAN KUTIPAN
           Kutipan adalah bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, rumusan, atau hasil penelitian dari penulis lain atau penulis sendiri yang telah terdokumentasi. Kutipan dapat diperoleh dari buku, makalah atau jurnal yang digunakan sebagai bahan masukan bagi penulis untuk menguatkan karya tulis yang mereka buat. Kutipan juga berarti pinjaman kalimat, ucapan atau pendapat dari seorang pengarang. Kutipan diperkenankan, tapi tidak berarti bahwa sebuah tulisan seluruhnya terdiri dari kutipan-kutipan.  Kutipan juga bisa sebagai bukti menunjang pendapat tulisannya yang terkenal, baik pendapat dalam buku-buku maupun majalah.

MANFAAT KUTIPAN
Penggunaan kutipan  memiliki beberapa manfaat, yaitu :
1    .      Untuk menegaskan isi uraian
2    .      Untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis
3    .      Untuk memperlihatkan kepada pembaca materi dan teori yang digunakan penulis
4    .      Untu mengkaji interpretasi penulis terhadap bahan kutipan yang digunakan
5    .      Untuk menunjukkan bagian atau aspek topic yang akan dibahas dan
6    .      Untuk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan tulisan orang lain sebagai milik sendiri (plagiat).

JENIS-JENIS KUTIPAN
      A.      Kutipan Langsung
            Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasilkarya atau pendapat orang lain yang penyaiannya sama persis dengan teks aslinya yang dikutip. Dalam merujuk di teks utama, cantumkan refernsinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.

      B.      Kutipan Tidak Langsung
            Kutipan tidak langsung (indirect quotation) adalah kutipan hasil penelitian hasil karya atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis atau peneliti sendiri.

CARA atau TEKNIK MENGUTIP
      A.      Kutipan Langsung
            1.      Tidak boleh mengadakan perubahan terhadap teks asli yang dikutip.
            2.      Harus menggunakan tanda [sic!], jika terdapat kesalahan pada teks asli.
            3.      Menggunakan tiga titk berspasi  [. . .] jika ada bagian kutipan yang dihilangkan.
            4.      Mencantumkan sumber kutipan dengan system yang berlaku sesuai dengan selingkungan bidang.

      Ada dua cara melakukan kutipan langsung, yaitu kutipan pendek dan kutipan langsung panjang.
      1.      Kutipan langsung pendek : tidak lebih dari empat baris, dilakuan dengan cara :
      ·         Diintegrasikan langsung dengan teks
      ·         Diberi jarak antarbaris yang sama dengan teks
      ·         Diapit oleh tanda kutip dan
      ·         Disebut sumber kutipan

2.      Kutipan langsung panjang : lebih dari empat baris, dilakukan dengan cara :
      ·         Dipisahkan dari teks dengan spasi (jarak antarbaris) lebih dari teks
      ·         Diberi jarak rapat antarbaris dalam kutipan
      ·         Disebut sumber kutipan
      ·         Boleh diapit tanda kutip, boleh juga tidak


B . Kutipan Tidak Langsung
·         Diintegrasikan dengan teks
·         Diberi jarak antarbaris yang sama dengan teks
·         Tidak diapit tanda kutip dan
·         Dicantumkan sumber kutipan dengan selingkungan bidang.


REFERENSI :



Minggu, 20 April 2014

METODE ILMIAH

METODE ILMIAH

PENGERTIAN METODE ILMIAH
                  Metode Ilmiah atau proses ilmiah atau dalam bahasa inggris : scientific method merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi sutau teori ilmiah.

Beberapa pandangan metode penelitian secara umum menurut para ahli :
1.      Nasir (1998:51)
Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.
2.      Sugiyono (2004:1)
Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
3.      Winarno (1994)
Metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yang teliti dan sistematik.
4.      Muhiddin Sirat (2006)
      Metode penelitian adalah sutau cara memilih masalah dan penentuan judul penelitian.





KARAKTERISTIK METODE ILMIAH
1.      Bersifat sistematik
Suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar.
2.      Bersifat kritis
Metode menunjukkan adalnya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
3.      Bersifat logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empiric. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimoulan umum dari berbagai aksus individual atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
4.      Bersifat objektif
Dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondsi yang sama pula.
5.      Bersifat konseptual
Proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.
6.      Bersifat empiris
Metode yang digunakan berdasarkan pada fakta di lapangan.
7.      Bersifat replikatif
Suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, criteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.


Metode ilmiah mengandung cirri-ciri sebagai berikut :
1.      Sistematik
2.      Rasional
3.      Obyejtif
4.      Kumulatif
5.      Empiris
6.      Teliti
7.      Jelas
8.      Non-etikal

          Metode Pengumpulan data
1.      Kuisioner
Daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban responden atau semua pertanyaan dalam kuisioner kemudian dicatat atau direkam.
2.      Observasi
Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa). Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik.
3.      Wawancara
Pengmabilan data melalui wawancara atau secara lisan langsung dengan sumber datanya, baik melalui tatap muka atau lewat telepon. Jawaban responden direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.
4.      Dokumen
Pengmabilan data melalui dokumen tertulis maupun elektronik dari lembaga atau instuisi. Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.

Data/hasil pengamatan
Data atau hasil pengamatan merupakan hasil praktikum yang dilihat dari pengamatan oleh seorang peneliti. Data atau hasil pengamatan tersebut dicatat dengan teliti dan benar. Data yang bisa diperoleh berupa foto, rekaman, video maupun audio, table, narasi grafik, dan lain-lain.

Variabel
Variabel adalah factor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan praktikum. Ada tiga jens praktikum, yaitu :
1.      Variabel bebas
Variable yang sengaja mengalami perlakuan atau sengaja diubah dan dapat menentukan variable lainnya (variable terikat).
2.      Variable terikat
Variable yang mengalami perubahan dengan pola teratur (dipengaruhi oleh variable bebas).
3.      Variabel control
Variable yang digunakan sebagai pembanding dan tidak mengalami perlakuan atau tidak diubah-ubah selama penelitian.









SUMBER :
-          http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah    [20 April 2014]

-          http://belajarpsikologi.com/metode-pengumpulan-data/   [20 April 2014]

Sabtu, 19 April 2014

KARANGAN ILMIAH

KARANGAN ILMIAH

PENGERTIAN KARYA ILMIAH
            Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis ilmiah ditulis berdasarkan fakta umum dan dapat dibuktikan benar tidaknya.
Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang kongkrit, formal, dan didukung oleh fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Tujuan Karya Ilmiah adalah agar gagasan penulisan karya ilmiah itu dapat dipelajari, kemudian didukung atau ditolak oleh pembaca.
Fungsi Karya Ilmiah adalah :
1.      Penjelasan
2.      Ramalan
3.      Kontrol

Ciri-Ciri Karya Ilmiah :
1.      Menyajikan fakta objektif secara sistematis
2.      Penulisannya cermat, tepat dan benar serta tulus. Tidak memuat terkaan.
3.      Tidak mengejar keuntungan pribadi, yaitu tidak berambisi agar pembaca berpihak kepadanya. Motivasi penulis hanya untuk memberitahukan tentang sesuatu. Penulis yang ilmiah tidak ambisius dan tidak berprasangka.
4.      Karya ilmiah yang sistermats itu adalah tiap langkahnya direncanakan secara sistematis terkendali secara konseptual dan procedural.
5.      Karya ilmiah itu tidak emotif, tidak menonjolkan perasaan. Karaya ilmiah menyajikan sebab0akibat dan pengertan atau pemahaman. Kata-katanya mudah dikenali. Alas an-alasan yang dikemukakan indusif, mendorong untuk menarik kesimpulan tidak terlalu tinggi dan bukan ajakan.
6.      Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa pendukung kecuali dalam hipotesis kerja.
7.      Tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang bernada keraguan.
8.      Karya ilmiah tidak argumentative. Katya ilmiah itu tidak mungkin mencapai kesimpulan, tetapi penulisnya membiarkan fakta berbicara sendiri.
9.      Karya tulis ilmiah tidak persuasive yang dikemukakan fakta. Tujuan karya ilmiah itu untuk mendorong pembaca merubah pendapat tetapi tidak melalui ajakan, argumentasi, sanggahan dan protes tetapi membiarkan fakta-fakta berbicara sendiri.

Hakikat Karya Ilmiah adalah mrngrmukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodologis dan konsisten.

Syarat-Syarat menulis Karya Ilmiah adalah :
1.      motivasi dan disiplin yang tinggi
2.      kemampuan mengolah data
3.      kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
4.      kemampuan berbahasa

Sifat-Sifat Karya Ilmiah adalah :
1.      lugas dan tidak emosional : mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interpretstasi yang lain).
2.      Logis : disusun berdasarkan urutan yang konsisten.
3.      Efektif : satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembangan.
4.      Efisien : hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
5.      Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

Jenis-Jenis Karya Ilmiah menurut Arifin (2003) adalah :
1.      Makalah : karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat emipiris (penglaman atau pengetahuan) dan objektif (berdiri sendiri). Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses bepikir.
2.      Skripsi : karya tulis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris dan bjektif, baik berdasarkan penelitian langsung melalui observasi lapangan atau percobaab dilaboratoium, juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-lalil, atau hukm tertentu tentang saalh satu aspek atau lebih di bidang spsesialisasinya.
3.      Tesis : karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengtahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
4.      Disertasi : karya tulis imiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid)  dengan analisis yang terinsi. Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulsinya berhak menyandang gelar doktr (S3).

Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah menurut SIkumbang (1981) :
1.      Penulis dapat terlaltih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti embaca dahulu kepustakaan yang relevansi dengan topic yang akan dibahas.
2.      Penulius dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3.      Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam catalog pengarang atau katalog judul buku.
4.      Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mngorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
5.      Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6.      Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.



PENGERTIAN KARYA NON ILMIAH
            Karya Tulis Non Ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non ilmiah isinya tidak didukung oleh fakta umum. Penulisna karya non ilmiah bahasanya konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan teknis (populer).
            Karya tulis non ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi yaitu fakta yang ada pada seseorang, misalnya fakta yang disimpulkan dari data hasil kuisioner atau wawancara. Fakta-fakta tersebut sifatnya subyektif, berupa sesuatu yang dipikirkan responden atau penyimpul data.

Ciri Ciri Karya Tulis Non-Ilmiah
Secara ringkas ciri-ciri karya tulis ilmu pengetahuan yang non-ilmiah adalah:
1.      Menyajikan fakta pribadi yang sifatnya subjektif. Karya tulis ilmu pengetahuan yang non-ilmiah tidak mengemukakan aplikasi hukum alam yang berlaku pada situasi yang spesifik. Karya tulis ilmu pengetahuan yang non-ilmiah itu memuat praduga, emosi, prasangka, perasaan, dan seterusnya. Kesemuanya adalah fakta pribadi, yang tidak dapat diperiksan kebenarannya.
2.      Usulan-usulan berupa terkaan-terkaan dan mengharapkan efek seperti yang dikehendaki penulis.
3.      Kadang-kadang kata-kata yang dimuat sukar dikenali, dan alasan-alasan yang dikemukakan mendorong atau mengajak pembaca untuk menarik kesimpulan seperti yang dikehendaki penulis.
4.      Pandangan pandangan penulis tidak didukung oleh fakta umum, dan memancing pertanyaan-pertanyaan yang bernada keraguan.
5.      Topiknya dapat bervariasi tetapi semua informasi diperoleh dari apa yang dipikirkan seseorang.
6.      Karya tulis ilmu pengetahuan yang non-ilmiah itu umumnya berisi usulan usulan yang argumentatif. Oleh karena karangan-karangan itu ditulis berdasar fakta pribadi, maka fakta itu tidak mungkin berbicara sendiri.
7.      Karya tulis yang non-ilmiah itu bersifat persuasif, berisi kayakinan-keyakinan penulis yang mendorong pembaca untuk mengubah pendapatnya melalui ajakan, padahal keyakinan itu sendiri tidak ilmiah.
8.      Karena penulis karya tulis non-ilmiah itu bermotif mementingkan diri sendiri, maka penulis sering melebih-lebihkan sesuatu.

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah cerpen. Dongeng, drama, novel dan lagu.









Referensi :
-          http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42     [11 APRIL 2014]