Sabtu, 13 Oktober 2012

Teori Organisasi Umum 1


     1.   Pengertian Organisasi
Beberapa pengertian organisasi  menurut beberapa ahli, yaitu :
A.   Organisasi menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manager mengejar tujuan bersama.
B.    Organisasi menurut James D. Money
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
C.   Organisasi menurut Chester I. Bernard
Organisasi adalah merupakan suatu sistem aktifitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
D.   Organisasi menurut Stephen P. Robbins
Organisasi adalah kesatuan social yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
E.    Organisasi menurut Paul Preston dan Thomas Zimmerer
Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
F.    Organisasi menurut Prof Dr. Siagian
Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan  dan seorang/ sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
G.   Organisasi menurut Drs. Malayu S.P. Hasibuan
Organisasi ialah suatu system perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi   dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
H.   Organisasi menurut Prof Dr. Mr Pradjudi  Armosudiro
Organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
I.     Organisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (W.J.S Poerwadarminta)
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
J.    Organisasi menurut Janu Murdiyamoko dan Citra Handayan
organisasi adalah sistem social  yang memiliki identitas kolektif yang tegas , daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota. 

Dari beberapa pengertian organisasi di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum organisasi adalah sekelompok orang yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
               
     2.   Manajemen dan Organisasi
    
    Manajemen
Definisi manajemen menurut Prof. Oei Liang Lee adalah sebagai berikut :
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawas tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin.

   Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen merupakan perincian dari kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam mengelola perusahaan, dimana secara garis besar fungsi manajemen dibagi menjdai 5 bagian, yaitu :   

a. Planning (Perencanaan) 
Planning adalah suatu fungsi pemilihan alternatif melalui suatu proses yang rasional untuk mengambil keputsan terhadap objektif perusahaan, kebijaksanaan, program maupun prosedur untuk memperbaikinya.
Fungsi planning dalam manajemen merupakan fungsi dasar dari fungsi-fungsi yang lainnya, karena perencanaan merupaka tujuan, arah, strategi, aturan maupun program yang akan selalu menjadi bagian penting dari pelaksanaan fungsi, manajemen yang lainnya.

Pada umumnya jangka waktu perencanaan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : 
-       Perencanaan jangka pendek (jangka waktunya kurang dari 1 tahun)
-   Perencanaan jangka menengah (jangka waktunya lebih dari 1 thaun dan kurangdari 5 tahun) 
-      Perencanaan jangka panjang (jangka waktunya melebihi 5 tahun)

Pengambilan keputusan dalam fungsi perencanaan agar dapat disebut sebagai tindakan yang rasional hatus memenuhi syarat sebagai berikut : 
-  Dapat menganalisa dan menilai dari berbagai alternatif yang sesuai dengan tujuan perusahaan yang hendak dicapai perusahaan. 
 - Mempunyai kemauan yang teguh dan optimis untuk yakin akan keberhasilan pelaksanaan perencanaan. 
- Bisa memperkirakan kekurangan yang terjadi dan mengatasinya.

b. Organizing (Pengorganisasian) 
Fungsi pengorganisasian adalah kegiatan dalam menentukan macam kegiatan beserta jumlah kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan maupun pengelompokkan kegiatan-kegiatan beserta orang-orangnya yang sesuai dengan kegiatannya disertai adanya pendelegasian wewenang.


Ada 4 bagian penting yang perlu diketahui dalam pengorganisasian, yaitu : 
-      Staffing
Suatu kegiatan yang melakukan pembagian kelompok-kelompok kerja menurut jenisnya, beserta pengisian orang-orang yang sesuai dengan keahliannya. 
-      Delegation of Authority
Pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan atau kemampuan bawahan. 
-      Departementasi
Pengelompokkan kegiatan-kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya dimana diantara pengelompokkan kegiatan tersebut tetap terjalin koordinasi dalam bekerja sama. 
-      Personalia
kepegawaian ini sangat penting dalam hubungannya dengan para bawahan baik hubungan yang bersifat formal (sesuai dalam struktur organisasi) maupun informal (timbul karena kebutuhan sosialisasi diri anggota).

  
c. Directing (Pengarahan) 
Kegiatan yang khususnya ditujukan untuk mengatasi dan mengarahkan bawahan sehingga seorang pimpinan secara manusiawi bisa mengikat bawahan untuk bekerja sama secara sukarela menyumbang tenaganya seefisien dan seefektif mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.

Ada beberapa cara seorang pimpinan bisa mengarahkan bawahannya dimana bawahan dapat melaksanakan pekerjaan dengan tenang tanpa adanya sikap mendua karena pertentangan atasan dari berbagai bagian, yaitu : 
a.    Pengarahan dilakukan dengan cara memberikan informasi yang diperlukan          terutama yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi karyawan. 
b. Pengarahan dengan cara memberikan perintah yang harus dilakukan oleh bawahan. Peranan seorang atasan sangat diperlukan dalam memberikan pengarahan kepada bawahan, karena dengan peranan atasan yang fleksibel diharapkan bawahan dapat bekerja secara efisien tanpa rasa keengganan yang dimunculkan.

Ada 2 hal yang dapat menunjang bawahan dapat bekerja lebih giat dan efektif, yaitu : 
1.    Komunikasi 
2.    Motivasi 

d. Koordinasi 
Fungsi yang harus dilakukan oleh seorang manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kegiatan sehingga bisa tercapai tujuan organisasinya. 

e. Controlling (Pengawasan) 
Fungsi pengawasan merupakan fungsi terakhir yang akan dilakukan manajer guna melengkapi fungsi yang sudah dilakukan lebih dahulu.
Pengawasan merupakan fungsi yang bertujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan perencanaan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan fungsi ini biasanya dilakukan dengan cara membandingkan segala sesuatu yang dijalankan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fungsi pengawasan memiliki 3 kegiatan yang harus dilakukan, yaitu : 
1.    Menetapkan standar yang dipakai 
2.    Membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar 
3.    Melakukan koreksi

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya hubungan antara manajemen dan organisasi.
          
    3.   Manajemen dan Tata Kerja 

    Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana agar sumber – sumber dan waktu 
    yang tersedia dapat diperlukan dan dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan  
    manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
   
   Tata kerja merupakan  proses kegiatan pencapaian tujuan yang sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
    a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
   
   b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.

    c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

    Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat disimpulkan :
    Manajemen merupakan proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu
    sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.

    Tata Kerja merupakan proses kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-
    sumber dan waktu yang tersedia.
  
  Sumber : http://she2008.wordpress.com/2010/01/17/hubungan-timbal-balik-antara- manajemen-organisasi-dan-tata-kerja/ 

    4.   Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja 
    Hubungannya antara keriga hal tersebut, yaitu :
    Manajemen adalah proses kegiatan dalam pencapaian tujuan yang melalui kerjasama antar
    manusia.
  
    Organisasi adalah alat bagi pencapaian tujuan tersebut dana sebagai alat bagi
    pengelompokkan kerjasama.

    Tata kerja adalah pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus 
    dilaksanakan sehingga tujuan tersebut tercapai secara efisien.

    Hubungan ketiganya ini dapat disimpulkan bahwa manajemen, organisasi dan tata kerja
    merupakan kegiatan yang diarahkan sebagai tercapainya tujuan.
Sumber : http://she2008.wordpress.com/2010/01/17/hubungan-timbal-balik-antara- manajemen-organisasi-dan-tata-kerja/ 

5.   Ciri-Ciri Organisasi 
1.      Beranggotakan dua orang atau lebih.
2.      Adanya kerjasama antar anggota.
3.      Adanya komunikasi antar anggota satu dengan yang lain.
4.      Adanya tujuan yang hendak dicapai.
Sumber : http://salamunhasan.wordpress.com/2010/10/09/tugas-makalah-matakuliah-teori-organisasi-umum-1/ 

6.   Unsur-Unsur Organisasi 
Unsur dasar yang membentuk organisasi diantaranya : 
1.    Anggota Organisasi
Orang-orang yang melakukan pekerjaan organisasi , membentuk organiasi serta terlibat dalam kegiatan organisasi. Dalam kegiatan sehari-hari disebut pegawai atau personil yang menurut fungsi dan tindakannya   terdiri dari unsur pimpinan sebagai unsur tertinggi dalam organisasi. 

2.    Kerjasama
Suatu perbuatan bantu-membantu dan dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota yang menurut tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manejer, dan pekerja. 

3.    Tujuan bersama
Tujuan merupakan sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan apa yang nanti akan dicapai yang merupakan titik akhir apa yang harus dilakukan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur , program, kebijakan, strategi, dan peraturan-peraturan yang telah di tetapkan. Dalam tujuan organisasi biasanya terdapat visi dam misi yang dirumuskan oleh para anggota organisasi. Visi adalah pandangan atau citra para anggota mengenai keadaan organisasinya dimasa depan dan tujuan apa yang mau dicapai. Misi adalah tugas dasar yang harus diemban oleh organisasi dan tugas atau fungsi yang dibagikan kepada para anggota untuk dilaksanakan.

4. Peralatan
Salah satu unsur pembentuk organisasi adalah peralatan yang terdiri dari sarana  materi seperti kendaraan, mesin-mesin, uang, gedung kantor, dsb.

5. Lingkungan
Faktor lingkungan misalnya keadaan social budaya, ekonomi dan teknologi. Yang termasuk unsur lingkungan antara lain :
a. Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung yang berpengaruh terhadap kegiatan atau gerak organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu berubah.
b. Tempat atau lokasi sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi  yang harus dilakukan oleh organisasi.
c. Wilayah organisasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi. Wilayah organisasi dibedakan menjadi :
- Wilayah kegiatan : yang menyangkut kegiatan apa saja yang boleh dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Wilayah jangkauan : Wilayah yang menyangkut operasi organisasi.
- Wilayah personil : Menyangkut semua pihak (orang-oraang atau badan-badan) yang mempunyai hubungan atau kepentingan dengan organisasi.
- Wilayah kewenangan atau kekuasaan : Menyangkut semua urusan, persoalan, kewajiban, tugas, tanggung jawab, dan kewajiban, dan kebijaksanaan yang harus dilaksanakan dalam batas-batas tertentu yang tidak boleh dilampaui sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

6.    Kekayaan alam
Yang termasuk kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara, air, cuaca, flora dan fauna. 

7.    Pekerjaan dalam organisasi
Pekerjaan ini berupa tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. 

8.    Praktik-praktik pengelolaan
Tujuan primer pegawai manejerial adalah menyelesaikan  pekerjaan melalui usaha orang lainnya. Manajer membuat keputusan mengenai bagaimana orang-orang lainya, (biasanya para bawahan) untuk menggunakan sumber yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Sebagai manajer membawahi para pekerja yang beroperasi dan sebagaian lainnya membawahi manejer-manejer lainnya. 

9.    Struktur Organisasi
Merujuk kepada hubungan-hubungan kepada tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi . Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda itu diintegrasikan. Selain itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. 

10. Pedoman organisasi
Pedoman organisasi adalah serangkaian pernyataan yang mempengaruhi, mengendalikan dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputusan dan tindakanan. Pedoman organisasi terdiri atas pernyataan-pernyataan seperti cita-cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, dan aturan.

Sumber : http://salamunhasan.wordpress.com/2010/10/09/tugas-makalah-matakuliah-teori-organisasi-umum-1/ 

7.   Teori Organisasi 
Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja didalam ataupun masyarakat dilingkungan kerja mereka. Atau juga bias diartikan suatu konsepsi, pandangan tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Teori organisasi muncul pada abad ke 19 dilatarbelakangi revolusi industri dan lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat.

Sumber : http://salamunhasan.wordpress.com/2010/10/09/tugas-makalah-matakuliah-teori-organisasi-umum-1/ 

8.   Organisasi Niaga 
Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Macam-macam organisasi niaga :
a. PT (Perseroan Terbatas)
Perseroan Terbatas dahulu disebut Naamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. 
Perseroan Terbatas ada 3 macam yaitu PT Terbuka, PT Tertutup dan PT Kosong.
Perbedaannya:
- PT Terbuka menjual saham kepada masyarakat umum melalu pasar modal (go public) dan setiap orang berhak membeli saham perusahaan tersebut.
- PT Tertutup modalnya berasal dari kalangan tertentu saja, misal dari kalangan kerabat atau keluarga dan tidak dijual ke umum.
- PT Kosong adalah perseroan terbatas yang tidak memiliki kegiatan apa-apa tetapi telah memiliki izin usaha dan izin lainnya. 


b. CV (Persekutuan Komanditer) 
Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham.
- CV Murni hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
- CV Campuran terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
- CV Bersaham adalah CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.
 

 c. Joint Ventura (Perusahaan Patungan)
Sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.

d. FA (Firma)
Sekelompok orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dan keuntungan serta kerugiannya ditanggung bersama.

e. Koperasi 
Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1).

Jenis-jenis koperasi antara lain: 
a.    Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman. 
b.    Koperasi konsumen, yaitu koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen. 
c.    Koperasi produsen, yaitu koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya. 
d.    Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya. 
e.    Koperasi jasa, yaitu koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya. 

f. Trust
gabungan dari beberapa perusahaan untuk jadi lebih dekat hubungannya. 

g. Kartel 
Kartel adalah kelompok produsen mandiri yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai dan kompetisi. 

h. Holding Company
Saham yang didapat dari gabungan saham yang mengawasi 1 atau lebih perusahaan.

Sumber : http://klipingcatatan.blogspot.com/2010/12/organisasi-niaga.html http://windsaga.blogspot.com/2011/03/hubungan-antara-manajemen- organisasi.html 

 9.   Organisasi Sosial 
Organisasi sosial adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi. Selain itu organisasi sosial dapat diartikan perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam membangun bangsa dan negara.

Organisasi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Rumusan batasan-batasan operasional dari suatu organisasi jelas.
b. Menetapkan para anggotanya secara formal.
c. Memiliki identitas yang jelas.
d. Memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan organisasi lain.
e. Organisasi sah setelah melalui prosedur hukum, misalnya telah disahkan oleh Notaris.
f. Adanya aturan tertulis untuk mengawasi anggotanya.

Menurut Berelson dan Steiner sebuah organisasi social memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
1.    Formalitas, merupakan ciri organisasi social yang merujuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peraturan-peraturan ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi dan seterusnya. 
2.    Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang merujuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut. 
3.    Besarnya dan kompleksitasnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi social memiliki banyak anggota sehingga hubungan social antar aggota adalah tidak langsung. 
4.    Lamanya, menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Sumber : http://salamunhasan.wordpress.com/2010/10/09/tugas-makalah-matakuliah-teori-organisasi-umum-1/ 

10.        Oragnisasi Regional dan Internasional 
a. Organisasi Regional
Organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.

b. Organisasi Internasional
Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di  dunia.












Sabtu, 28 April 2012

MANUSIA DAN KEINDAHAN


Manusia dan Keindahan

Pengertian Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara warna, dsb. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian dari hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Perbedaan antara Keindahan sebagai suatu Kualitas Abstrak dan sebagai Sebuah Benda Tertentu yang Indah
Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak (Beauty as an abstract quality) menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita. Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.
Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak di mana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.
Contoh keindahan dalam bentuk benda:

Secara alami : Manusia menaruh rasa kagum atas keindahan alam yang merupakan ciptaan  
                        dari  Yang Maha Kuasa.

Buatan tangan : Karya seni yang memiliki nilai estetika yang dapat dinilai oleh manusia.

Keindahan dalam Arti Seluas-luasnya 
keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Dalam arti estetis keindahan bias berdasarkan penglihatan, pendengaran, jadi keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
·         Keindahan seni
·         Keindahan alam
·         Keindahan moral
·         Keindahan intelektual

Nilai Estetik
Nilai estetik ialah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Yang terdiri dari nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dsb.

Perbedaan Nilai Ekstrinsik dan Nilai Instrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau pembantu. Contohnya adalah tari-tarian Darma-minakjinggo, tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu adalah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik. Jadi nilai instrinsik itu nilai yang terkandung dalam suatu benda atau sarana tersebut.

Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan dapat digolongkan menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.

Teori – teori dalam Renungan
Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Biasanya manusia akan merenung apabila ada sesuatu atau musibah yang terjadi. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :

      Teori Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of impressions” (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.

      Teori Metafisik
Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan rnetafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (timan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi dan indah sempurna ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal menurut Plato.

Teori Psikologis
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).

Kesimpulan :
Dapat disimpulkan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Karena keindahan merupakan suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.

Referensi :

Sabtu, 21 April 2012

MANUSIA DAN KEADILAN


Manusia dan Keadilan

Dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki ciri antara lain : tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. 

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain :
1.      Faktor Ekonomi
2.      Faktor Peradaban dan Kebudayaan
3.      Faktor Teknis, dll.


KESIMPULAN :
Setiap orang berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya. Meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas.

Sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/

MANUSIA DAN PEMERINTAH


Manusia dan Pemerintah

Tampaknya kemiskinan terus menjadi masalah klasik bangsa Indonesia. Sejak memproklamasikan kemerdekaan hingga saat ini, persoalan kemiskinan tetap menjadi persoalan yang belum juga terselesaikan. Padahal sepanjang sejarah berdirinya negara ini yang juga telah mengalami pergantian kepala negara, berbagai program pembangunan yang ditujukan bagi pengentasan kemiskinan telah banyak dilakukan. Tampaknya ada sesuatu yang kurang tepat dalam pembangunan yang telah dilakukan. Selama ini pembangunan lebih diprioritaskan pada pembangunan secara fisik.

Dalam melaksanakan pembangunan ini kita tidak boleh melupakan unsur manusia yang tinggal di dalamnya. Penduduk harus ditempatkan sebagai titik sentral kegiatan pembangunan.

Masalah kependudukan yang kita hadapi tidak hanya masalah pertumbuhan penduduk dan pengangguran saja, melainkan juga menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM yang tidak berkualitas akan mengalami kesulitan dalam upaya mencari penghidupan yang layak. Akibatnya kemiskinan akan merebak dimana-mana.

Selama ini pembangunan yang dilaksanakan lebih diartikan sebagai kegiatan mendirikan gedung-gedung, membangun jalan-jalan dan infrastruktur. Pembangunan lebih menekankan pada aspek fisik. Padahal hakikat pembangunan tidaklah sesempit itu. Pembangunan pada akhirnya harus bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya. Jadi pembangunan harus dapat mengangkat kualitas dari masyarakatnya.

Kemiskinan memiliki banyak wajah yang berbeda antar daerah dan waktu. Hal ini berarti masalah kemiskinan merupakan masalah multidimensi. Kemiskinan tidak hanya berbicara masalah pendapatan yang rendah, tetapi juga menyangkut masalah perumahan yang buruk, rendahnya pembangunan manusia (human development) dalam hal pendidikan dan kesehatan, ketiadaan akses pada aset-aset produktif, ketakutan akan masa depan, dan lain-lain.

Dalam memahami kemiskinan dapat ditinjau dari beberapa pendekatan, yaitu :
1.   Pendekatan pendapatan (income approach) dimana seseorang disebut miskin jika pendapatan dan konsumsinya berada di bawah tingkat tertentu yaitu tingkat pendapatan dan pengeluaran minimal yang layak secara sosial.
2.   Pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) dimana seseorang disebut miskin jika tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, sandang, papan, sekolah dasar, dan lain-lain.
3.   Pendekatan aksesibilitas dimana seseorang miskin karena kurangnya akses terhadap aset produktif, akses terhadap infrastruktur sosial dan fisik, akses terhadap informasi, akses terhadap pasar, dan akses terhadap teknologi.
4.   Pendekatan kemampuan manusia (human capability approach) dimana seseorang disebut miskin jika tidak memiliki kemampuan yang dapat berfungsi pada tingkat minimal.
5.   Pendekatan ketimpangan (inequality approach) yang merupakan pendekatan kemiskinan
      relatif.

KESIMPULAN :
Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan manusia merupakan aspek yang terpenting dalam kegiatan pembangunan. Terkait dengan anggaran pemerintah sebenarnya cukup untuk memenuhi hak-hak dasar warga negaranya misalnya untuk pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan. Namun masalahnya kadang-kadang tidak tepat sasaran dalam efisiensi penggunaan anggaran.

Sumber: 
http://indradarmawanusd.wordpress.com/2006/12/02/pembangunan-manusia-dan-pemberdayaan-masyarakat-miskin/

MANUSIA DAN PENDERITAAN


Manusia dan Penderitaan

PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan merupakan energi untuk bangkit dari keterpurukan yang dialami bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya.

PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif atau pun sikap negatif. Sikap positif misalnya agar kita bisa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bisa memetik dari sebuah penderitaan yang pernah kita alami untuk sebagai pembelajaran, sedangkan sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.

Manusia memiliki dua sisi yaitu sisi bahagia dan sisi penderitaan. Ada suatu kala manusia merasakan sebuah kebahagiaan dan biasanya kebahagiaan itu datang dengan sendirinya. Kehidupan memang tak lengkap jika hanya ada kebahagiaan, karena jika hanya ada sebuah kebahagiaan di dalam sebuah kehidupan maka manusia yang hidup di dunia ini tidak akan pernah bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakannya. Hal yang sering terjadi manusia yang merasa bahagia didalam hidupnya sering lupa kepada yang telah menciptakannya, oleh karena itulah Allah SWT maha adil. Maka dari itu, salah manusia jika hanya menginginkan kebahagiaan semata. Karena disamping terdapatnya kebahagiaan di dunia didalam kehidupan juga terdapat rasa yang memiliki arti berlawanan dengan arti kebahagiaan. Arti yang berlawanan itulah yang biasa kita sebut dengan penderitaan.

Tidak semua manusia hidup di dunia merasakan kebahagiaan, disamping kebahagiaan terdapat sekelompok orang yang sedang merasakan penderitaan. Penderitaan dan kebahagiaan memiliki keterikatan. Maksud dari keterikatan adalah manusia yang terlena oleh suatu kebahagiaan di akhir maka dia akan merasakan sebuah penderitaan dan begitu juga sebaliknya manusia yang sedang mengalami penderitaan apabila dia berusaha untuk memperbaiki keadaannya dan memiliki sikap bersyukur dalam keadaan apapun maka suatu saat nanti akan mendapatkan sebuah kebahagiaan. Semua orang pasti pernah mengalami sebuah penderitaan, entah itu penderitaan fisik, penderitaan batin, penderitaan materi atau apapun itu. Tetapi sikap setiap orang untuk menghadapi sebuah penderitaan berbeda-beda. Ada yang bersikap pasrah dan tidak menerima keadaan itu tetapi ada juga yang bersikap menerima dan berusaha untuk memperbaiki keadaan yang ada agar penderitaan itu berakhir. Sikap itu lah yang membedakan taraf kesabaran manusia. Mungkin banyak orang yang merasa mereka lebih banyak mendapatkan penderitaan dibandingkan dengan kebahagiaan, tapi itulah siklus kehidupan. Tentu kita menginginkan nasib yang baik agar mendapatkan kebahagiaan tetapi semua itu tergantung dari sikap kita apakah kita akan berusaha atau tidak untuk mendapatkan kebahagiaan itu karena semua itu ditentukan oleh yang Maha Kuasa.

Dengan adanya penderitaan sebenarnya Allah menginginkan kita untuk mengintrospeksi diri kita, apa yang harus kita perbaiki, jangan pernah menyesali yang ada. Karena roda kehidupan memang berputar, ada kalanya dibawah, nah saat roda kehidupan berada dibawah itulah penderitaan, itu tanda sayang Allah kepada kita makanya Allah memberikan kita cobaan. Jangan pernah merasa iri dengan yang merasakan kebahagiaan karna mereka juga pasti akan merasa menderita.

Jalani hidup ini apa adanya, karena Allah juga tidak menyukai orang yang suka menyalahkan dirinya sendiri. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Penyebab penderitaan itu bermacam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita sakiti, musibah seperti bencana alam. Apapun penyebabnya penderitaan selalu ada. Orang mati pun mungkin menderita akibat dosa yang ditanggungnya. Penderitaan perlu dihadapi dan direnungkan. Ini mengandaikan bahwa ada makna positif yang bisa kita petik dari pengalaman penderitaan. Penderitaan ada manfaatnya ini mendekatkan kita kepada Allah. Fakta mengatakan bahwa manusia tidak pernah sendirian dalam menghadapi penderitaan. Penderitaan membuat perbedaan-perbedaan pendapat, konflik, dan perpecahan mencair dengan sendirinya. Penderitaan emang menyakitkan dan menimbulkan luka tetapi selalu saja ada teman dan sahabat yang ikut berbela rasa dengan kita untuk memikul duka cita itu. Kita harus menghadapi penderitaan dengan percaya bahwa penderitaan itu bersifat sementara saja, penderitaan ternyata membangkitkan pengharapan.

Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang. Hal yang dimaksud adalah mental. Setiap jiwa manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing sebuah penderitaan. Jadi mental merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam jalannya hidup kita. Hal yang paling berbahaya adalah apabila kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi didalam diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang maka orang tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapinya dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan hidupnya. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.

PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
a) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
b) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan.

KESIMPULAN :
Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Apapun bentuk penyebab penderitaan itu kita harus jalani hidup ini apa adanya. Setiap Penderitaan ada manfaatnya untuk mendekatkan kita kepada Allah. Fakta mengatakan bahwa manusia tidak pernah sendirian dalam menghadapi penderitaan. Kita harus menghadapi penderitaan dengan percaya bahwa penderitaan itu bersifat sementara saja, penderitaan ternyata membangkitkan pengharapan.


MANUSIA DAN CINTA KASIH


Manusia dan Cinta Kasih

Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang. Pengertian cinta itu merupakan perasaan yang mendalam, sedangkan kasih merupakan peranan yang bersumber dari perasaan cinta yang mendalam. Cinta sendiri memberi arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan yang saling melengkapi dalam perasaan. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintahnya. Cinta pun bisa diibaratkan untuk saling memberi dan memahami, maksudnya semua yang ada pada kita ataupun dia bisa saling mebutuhkan satu sama lainnya atau selalu ada untuknya. 

Manusia dalam kehidupannya selalu mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak dari sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu sendiri, karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa kasih, karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin memiliki seutuhnya. Apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka akan timbul rasa cinta sesaat. Karena kasih itu sendiri memiliki arti cinta yang mendalam, dalam artian cinta belum pasti kasih, sedangkan kasih sudah pasti cinta. Rasa suka seseorang inilah yang kita rasakan akan memberikan rasa cinta kasih.

Cinta adalah makna yang tersirat dalam hati, sedangkan kasih makna yang tersurat dalam perbuatan, karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi. Dengan adanya kasih cintapun semakin sempurna. Karena kata cinta dan kasih tidak bisa dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling memiliki, dan rasa saling mengasihi. Semuanya ada pada diri manusia yang memiliki rasa cinta dan kasih.

KESIMPULAN :
Cinta dan kasih itu memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan bagi banyak kalangan. Apabila cinta dan kasih dijalani dengan sepadan dan selaras pasti akan terasa bahagia dan sempurna didalam kehidupan. Karena dengan rasa cinta dan kasih itulah kita bisa saling memahami satu sama lainnya.

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/06/manusia-dan-cinta-kasih/